Minggu, 01 Mei 2016

TUGAS SOFTSKILL "JURNAL SEPUTAR SISTEM KOMPUTER"



PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
ALAT PENENTU ARAH KIBLAT PORTABLE

ABSTRAK
Arah kiblat adalah hal penting yang perlu diketahui oleh umat Islam untuk dapat
melaksanakan ibadah shalat. Arah kiblat pada tiap daerah yang berpenduduk dapat
diketahui dengan mudah terlebih lagi daerah yang memiliki mesjid. Namun, kesulitan untuk
mengetahui arah kiblat dapat terjadi pada daerah yang tidak berpenduduk, di hutan
belantara ataupun di tengah lautan.
Hal ini mendorong peneliti untuk merancang alat menentu arah kiblat portable yang dapat
mengetahui arah kiblat secara otomatis. Alat yang dirancang terdiri sensor Global
Positioning System (GPS) PMB-648 sebagai sensor untuk mengetahui posisi lintang dan
bujur, sensor kompas digital HM55B sebagai penentu arah mata angin, mikrokontroler
BS2P40 sebagai pengolah data dari GPS, LCD sebagai penampil informasi data arah yang
terbaca, dan motor servo sebagai aktuator untuk menunjukkan arah kiblat yang dihasil oleh
mikrokontroler. Hasil pengujian menunjukkan alat yang dirancang dapat bekerja dengan
tingkat kesalahan pada beberapa mesjid di daerah bandung dan Cimahi dengan selisih
maksimum sebesar 2°.
Kata Kunci : arah kiblat, sensor GPS, sensor kompas digital

Pendahuluan
Arah kiblat adalah hal penting yang perlu diketahui oleh umat Islam untuk dapat melaksanakan ibadah shalat. Arah kiblat pada tiap daerah yang berpenduduk dapat diketahui dengan mudah terlebih lagi daerah yang memiliki mesjid. Namun, kesulitan untuk mengetahui arah kiblat dapat terjadi pada daerah yang tidak berpenduduk, di hutan belantara ataupun di tengah lautan. Hal ini mendorong peneliti untuk merancang alat menentu arah kiblat portable yang dapat mengetahui arah kiblat secara otomatis. Diharapkan alat yang dirancang dapat membantu umat Islam yang melakukan perjalanan jauh, baik ke daerah yang jarang penduduk, hutan belantara maupun perjalanan menggunakan kapal laut dapat dengan mudah mengetahui arah kiblat.

Tinjauan Pustaka
Arah Kiblat
Kiblat berasal dari bahasa arab ( قبلة ) yang artinya arah. Yang dimaksud dengan kiblat adalah arah mata angin yang menuju ke Ka'bah di Makkah Al-Mukarramah. Arah yang dimaksud adalah arah dengan jarak terdekat menuju ke Ka’bah. Ketika melaksanakan sholat, baik sholat sunnah maupun fardhu diharuskan menghadap ke arah kiblat. Dari empat mazhab, Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali sepakat bahwa salah satu syarat sahnya sholat adalah menghadap ke arah kiblat, yakni ke Ka'bah di Makkah Al-Mukarromah dan tidak ke yang lainnya. Karena menghadap ke arah kiblat adalah menjadi syarat syahnya sholat, maka hukum untuk mengetahui arah kiblat adalah wajib.

Global Position System (GPS)
Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem radio navigasi penentuan posisi dengan menggunakan satelit. GPS dapat memberikan posisi suatu objek di muka bumi dengan akurat dan cepat (tiga dimensi koordinat x, y, z) dan memberikan informasi waktu serta kecepatan bergerak secara kontinyu di seluruh dunia. Satelit GPS mempunyai konstelasi 24 satelit dalam enam orbit yang mendekati lingkaran. Setiap orbit ditempati oleh 4 buah satelit dengan interval antara yang tidak sama. Dengan adanya 24 satelit di angkasa, 4 sampai dengan 10 satelit GPS setiap saat akan selalu dapat diamati di seluruh permukaan bumi. Sinyal satelit GPS dipancarkan secara menyebar oleh satelit GPS secara kontinyu. Dengan mengamati sinyal satelit menggunakan receiver GPS seseorang dapat menentukan posisi (lintang, bujur) di permukaan bumi. Informasi lainnya yang didapat dari satelit GPS selain posisi adalah kecepatan, arah, jarak, dan waktu. Setiap data yang dikirimkan oleh GPS mengacu pada standar NMEA 0183. NMEA 0183 adalah standar kalimat laporan yang dikeluarkan oleh GPS receiver. Standar NMEA memiliki banyak jenis bentuk kalimat laporan diantaranya yang paling penting adalah koordinat lintang (latitude), bujur (longitude), ketinggian (altitude), waktu sekarang standar UTC (UTC Time) dan kecepatan (speed over ground).
Berikut ini adalah jenis kalimat NMEA 0183 :
a. $GPGGA
(Global Positioning System Fixed Data)
b. $GPGLL
(Geographic –Latitude/Longitude)
c. $GPGSA
(GNSS DOP and Aktive Satelites)
d. $GPGSV
(GNSS Satelite In View)
e. $GPRMC
(Recommended Minimum Specific GNSS Data)
 f. $GPVTG
(Course Over Ground and Ground Speed)

Setiap data diawali dengan karakter “$” dan diakhiri dengan <CR><LF>. Pada prakteknya tidak semua data dengan header ini diambil, hanya yang menyangkut waktu, garis lintang dan garis bujur untuk posisi pengguna.

Perancangan
Perancangan yang dilakukan terdiri dari perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak.

Perancangan Perangkat Keras
Sistem perancangan perangkat keras yang dirancang ditunjukkan pada gambar

Blok Mikrokontroler
Blok Mikrokontroler memuat mikrokontroler Basic Stamp BS2P40 berfungsi
sebagai unit yang akan mengolah data masukan dari keluaran GPS dan Sensor Kompas. Selanjutnya menampilkan hasil olahannya pada LCD dan menggerakkan motor servo untuk menunjukkan arah kiblat berdasarkan data masukan tersebut. Basic Stamp adalah mikrokontroler yang dikembangkan oleh Parallax Inc yang deprogram menggunakan bahasa pemrograman basic. Program yang dibuat di-download melalui port serial. Jumlah pin I/O yang terdapat di mikrokontroler ini adalah 32, sehingga cukup untuk mengoperasikan sensor
GPS maupun sensor kompas. Adapun spesifikasi Basic Stamp BS2P40 adalah sebagai berikut:
• memiliki Chip PBASIC48W/P40,
• memiliki 8 x 2 Kbyte EEPROM yang mampu menampung hingga 4000 instruksi,
• memiliki kecepatan prosesor 20 MHz Turbo dengan kecepatan eksekusi program
hingga 12000 instruksi per detik.
• memiliki RAM sebesar 38 byte (12 I/O, 26 variabel) dengan Scratch Pad sebesar 128 byte,
• memiliki jalur input/output sebanyak 32 pin,
• memiliki tegangan masukan 9-12 VDC dengan tegangan keluaran 5 VDC.

Blok Global Positioning System
Blok Global Positioning System (GPS) memuat sensor GPS engine PMB-648 yang berfungsi untuk mendapatkan data koordinat (lintang, bujur) sesuai lokasi penempatan alat. Selanjutnya data tersebut akan dikirimkan ke mikrokontroler. GPS engine PMB-648 memiliki 6 buah pin.

Blok Sensor Kompas
Blok Sensor Kompas memuat sensor kompas HM55B yang berfungsi untuk menentukan arah yang akan dijadikan sebagai acuan dalam menentukan arah kiblat. Selanjutnya, data arah terbaca pada kompas akan dikirimkan ke mikrokontroler. Modul kompas Hitachi HM55B merupakan sensor magnetik dual axis yang dapat digunakan untuk mendeteksi arah pada proyek elektronik. Sebuah regulator onboard dan proteksi resistor membuat chip HM55B (3
volt) cocok dengan level sinyal dan tegangan mikrokontroler Basic Stamp (5 volt).

Blok Liquid Crystal Display
Blok Liquid Crystal Display (LCD) memuat komponen LCD yang berfungsi untuk menampilkan proses pencarian kiblat dan hasil pencarian arah kiblat.

Blok Motor Servo/Penunjuk Arah
Blok Motor Servo/Penunjuk Arah memuat motor servo yang akan bergerak untuk  menunjukkan arah kiblat yang diketahui berdasarkan data yang telah diterima dari GPS dan Kompas oleh mikrokontroler. Motor servo adalah motor yang mampu bekerja dua arah, dimana arah dan sudut pergerakan rotornya dapat dikendalikan hanya dengan memberikan pengaturan duty cycle sinyal PWM pada bagian pin kontrolnya

Pengujian Alat
Pengujian alat dilakukan dengan membandingkan besar sudut arah kiblat yang ditunjuk oleh alat penentu arah kiblat yang telah dirancang dengan besar sudut arah kiblat pada beberapa mesjid di kota Bandung dan Cimahi, yaitu Mesjid Agung Ujungberung, Mesjid Raya Bandung dan Mesjid Agung Cimahi. Pengujian pada tiap mesjid dilakukan sebanyak empat kali. Data diambil ketika sensor kompas menunjuk pada tiap arah mata angin (Utara, Selatan, Barat dan Timur).

Analisa perhitungan sudut arah kiblat
Berdasarkan data yang dihasilkan dari sensor GPS dapat dilakukan perhitungan matematis yang nantinya menghasilkan sebuah sudut yang dijadikan sebagai acuan bagi motor servo untuk bergerak menuju ke arah kiblat. Dengan menggunakan rumus arcus tangen (arctan) dapat diperoleh besaran sudut arah kiblat. Berdasarkan data keluaran GPS dan data koordinat ka’bah maka dapat diketahui panjang garis yang diperlukan dalam perhitungan sudut arah kiblat menggunakan arctan. Garis X diperoleh dari rumus pengurangan data bujur (longitude) pengguna dikurangi data bujur ka’bah. Garis Y diperoleh dari rumus pengurangan data lintang (latitude) pengguna dikurangi data lintang ka’bah. Jika ternyata pengguna berada pada koordinat lintang selatan atau bujur barat maka di depan data koordinat tersebut harus ditambahkan tanda “-”. Diketahui bahwa Ka’bah berada di koordinat 21.2525° LU dan 39.4939° BT sedangkan koordinat alat berada di jalan Dipatiukur (Bandung) tepatnya di koordinat 06.5320° LS dan 107.3691° BT, karena alat berada di koordinat lintang selatan, maka ditambahkan “-” didepan data koordinat tersebut. Gambar 9 merupakan ilutrasi sudut yang terbentuk antara posisi alat terhadap posisi Ka’bah. Berdasarkan data koordinat tersebut maka diperoleh perhitungan sebagai berikut:
X = 107.3691 - 39.4939 = 67.88
Y = -6.5320 - 21.2525 = -27.78
Tan α = = = - 0.4092
Arctan α = -22.2544°
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh sudut sebesar 22.25° yang merupakan sudut dari arah barat menuju arah kiblat.
Berikut perhitungan untuk kota
Cimahi:
X = 107.33 - 39.49 = 67.84
Y = - 6.52 - 21.25 = -27.77
Tan α = = = -0.4093
Arctan α = -22.2615°
Setelah dilakukan perhitungan ternyata kiblat di antara kota Cimahi dan jalan Dipati ukur terdapat perbedaan sekitar 0,01°.

Kelebihan : alat penentu arah kiblat portable ini sangat membantu sekali khususnya untuk yang beragama muslim ketika ingin mengetahui kemana arah kiblat saat akan melaksanakan shalat tetapi tidak ada masjid di tempat itu, sehingga perlu menentukan arah kiblat yang benar.

Kekurangan : alat ini masih terbatas pada daerah Tenggara terhadap titik koordinat Ka’bah


Minggu, 03 April 2016

ABSTRAK DALAM PENULISAN ILMIAH

ABSTRAK DALAM PENULISAN ILMIAH


Abstrak merupakan sebuah ringkasan isi dari sebuah karya tulis ilmiah yang ditujukan untuk membantu seorang pembaca agar dapat dengan mudah dan cepat untuk melihat tujuan dari penulisannya. Di dalam dunia akademik, tulisan pendek ini digunakan oleh institusi/lembaga/organisasi pendidikan sebagai informasi awal atas sebuah penelitian ketika dimasukkan dalam jurnal, konferensi, lokakarya, atau yang sejenisnya. Dalam dunia maya (internet), sebuah abstrak digunakan sebagai gambaran singkat atas sebuah karya tulis ilmiah/penelitian untuk dibaca, sebagaimana halnya sebuah “display” model pakaian dipajang untuk dilihat atau diuji pakai sebelum dibeli. Selanjutnya, bagian lengkap sebuah penelitian dijual kepada mereka yang berminat untuk mendapatkannya.

            Abstrak merupakan suatu ringkasan yang singkat namun menyeluruh dari suatu makalah atau artikel jurnal ilmiah. Abstrak terletak pada bagian awal dari suatu karya ilmiah. Dengan membaca abstrak, kita dapat memahami inti dari gagasan yang dituangkan di dalam makalah atau artikel jurnal tersebut. Di samping itu, abstrak merupakan faktor penentu apakah makalah atau artikel jurnal yang kita ajukan kepada panitia penyelenggara atau tuan rumah suatu konferensi atau diterima atau tidaknya artikel jurnal kita oleh editor aalah dari abstrak yang kita tulis dan ajukan. Dengan kata lain abstrak berfungsi “menjual” karya kita. Jadi abstrak itu wajib menarik dan baik.
  
Struktur penulisan sebuah abstrak yang terjadi saat ini menggambarkan ketidakpastian konsep atau ketidakjelasan panduan yang dimiliki tentang susunan yang jelas dari sebuah abstrak. Alasan atau pandangan atas perbedaan yang terjadi di dunia akademik tidak dibahas dalam tulisan ini karena saat ini yang lebih penting meluruskan dan atau menyamakan pandangan tentang penulisan sebuah abstrak yang baik. Penulisan sebuah abstrak harusnya memperhatikan: 

1. Struktur Paragraf.
Sebuah abstrak ditulis dalam satu paragraf yang menerangkan keseluruhan isi tulisan secara singkat dan jelas. Penulisannya tidak melakukan indensasi pada kalimat pertama paragraf. Single space adalah pilihan yang dimiliki oleh penulis untuk menyusun kalimat dalam paragrafnya. Lebih dalam, kadang seorang pembimbing Skripsi/Tesis/Disertasi mengatur hingga pada penggunaan jenis huruf dan ukuran tertentu.

2. Jumlah kata.
Idealnya sebuah paragraf terdiri dari 150 sampai dengan 200 kata. Namun, pertimbangan jumlah kata yang paling tepat dalam penulisan Skripsi, Tesis, ataupun disertasi biasanya bergantung pada pertimbangan pandangan pembimbing (supervisor) yang mendampingi seorang mahasiswa dalam penulisannya. Seorang supervisor harusnya tidak mempertimbangkan jumlah kata sebagai acuan utama penulisan paragraf, karena bagian utama justru isi (content) paragraf.

3. Isi paragraf.
Pada saat pembimbingan, seorang supervisor mengedepankan 4 bagian empiris dari sebuah abstrak. Pertama, indentifikasi fokus penelitian dijelaskan secara singkat agar pembaca memahami apa yang diamati oleh seorang peneliti di dalam penelitiannya. Kedua, penulis perlu menggambarkan secara jelas desain penelitian yang dilakukan dalam proses pencarian jawaban atau solusi atas persoalan yang diangkat di dalam penelitiannya. Desain langkah penyelesaian masalah ini oleh mahasiswa lazim dikenal dengan istilah Metode Penelitian. Ketiga, selanjutnya penulis akan menjelaskan hasil temuannya kepada pembaca. Beberapa peneliti menganggap hasil temuan yang diungkap tidak perlu mengungkap pembahasan yang dilakukan karena hal itu justru akan membuat pengulangan isi tulisan. Jelas maksudnya karena bagian pembahasan temuan penelitian juga diurai di dalam bagian kesimpulan. Keempat, perlunya bagian kesimpulan di dalam sebuah tulisan juga terlihat di dalam sebuah abstrak yang tetap mendapatkan perhatian penting sebagai bagian akhir dari paragraf. Pada bagian ini kadangkala sejumlah peneliti menyisipkan rekomendasi penelitian namun tanpa pembahasan atau uraian yang panjang. Lebih lanjut, tidaklah lazim sebuah abstrak diisi oleh nama si penulis serta para pembimbing tulisannya, apalagi hal itu ditulis dalam huruf cetak tebal.

Contoh Abstrak dalam Penulisan Ilmiah


  



Referensi : 
- http://dosen.ung.ac.id/ivanrismipolontalo/home/2013/1/24/penulisan_abstrak_dalam_sebuah_karya_tulis_ilmiah.html

Sabtu, 21 November 2015

Puas Menjamah Selatan Yogyakarta dalam Sehari



Puas Menjamah Selatan Yogyakarta dalam Sehari


detikTravel Community
Yogyakarta tak hanya terkenal dengan deretan pantainya yang cantik. Namun, ada juga keindahan air terjun dan sungai yang menyaingi Green Canyon. Serunya, wisatawan juga bisa jelajah pantai dan air terjun di Yogya dalam waktu sehari.
Jika Anda penggila traveling, deretan pantai selatan di Gunungkidul seperti Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Indrayanti, dan masih banyak lainnya pasti sudah tak asing lagi. Tapi, mungkin masih belum begitu banyak yang tahu kalau di Gunungkidul ada destinasi air terjun, yakni air terjun Sri Gethuk.
Pertama, kita bisa menuju deretan pantai yang luar biasa di Kota Pelajar ini. Berangkat pukul 07.30 WIB, dari Yogyakarta menggunakan motor, ternyata tidak sulit menemukan pantai ini. Di setiap persimpangan jalan terdapat rambu penunjuk arah yang menujukkan letak pantai-pantai tersebut.
Menuju arah Wonosari dari Kota Yogyakarta, di kiri dan kanan jalan jalan dihiasi panorama bukit yang terbuat dari batu karang. Konon katanya, dahulu Gunungkidul berupa laut sehingga bukitnya terbuat dari batu karang. Namun, laut itu makin lama makin menyusut sehingga jadilah seperti sekarang.
Cukup membutuhkan waktu tempuh lebih kurang satu setengah jam dari Yogyakarta menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai Baron. Baron merupakan pantai yang paling dekat di antara deretan pantai-pantai Gunungkidul
Beberapa ratus meter sebelumnya, akan ada loket pembayaran tiket masuk kawasan wisata pantai-pantai Gunungkidul. Satu orangnya dikenakan biaya Rp 4.000. Tiket ini berlaku untuk semua pantai, jadi di dalam Anda tidak membayar lagi kecuali karcis parkir kendaraan pribadi.
Pantai Baron adalah pantai pertama yang bisa didatangi. Terletak di sisi paling barat menjadikan pantai ini yang terdekat dari Yogyakarta. Pantai ini punya keunikan berupa titik di mana air laut dan air tawar menyatu. Di sisi kanan pantai, terdapat aliran air bawah tanah yang mengalir ke laut. Air bawah tanah ini muncul ke permukaan dan menjadi sungai sebelum akhirnya bersatu dengan laut.
Di bibir pantai juga terdapat perahu nelayan yang tertambat dan menambah keelokan pantai tersebut. Ada juga tenda-tenda terpasang lengkap dengan tikarnya. Tenda-tenda ini disewakan untuk wistawan yang ingin menikmati pantai tanpa takut kepanasan.
Puas dengan Baron, mari menuju Pantai Kukup. Jaraknya lumayan dekat dengan Baron, hanya sekitar 1 atau 2 km. Pantai ini memiliki keistimewaan berupa sebuah pulau karang kecil yang dihubungkan dengan jembatan.
Di atas pulau karang tersebut terdapat sebuah pondok kecil. Pemandangan ini persis seperti Tanah Lot di Bali. Sungguh mempesona! Selain itu, meski hari terik air laut di sini sangat dingin sekali bak air es. Di pantai ini juga ada ikan hias hasil tangkapan nelayan yang dijual. Belum selsai, ada cukup banyak warung seafood dan kios yang menjual oleh-oleh.
Selanjutnya, pantai ketiga yang dikunjungi adalah Sepanjang. Di sini relatif lebih sepi dari dua pantai sebelumnya. Sesuai dengan namanya, garis pantai ini sangat panjang. Sangat cocok untuk tempat olahraga pantai seperti voli pantai atau sepakbola pantai. Pedagang juga relatif sedikit di sini.
Selesai berolahraga di Pantai Sepanjang, Pantai Drini jadi sasaran selanjutnya. Istimewanya, pantai yang berupa teluk ini punya sebuah pulau yang tidak jauh dari bibir pantai. Jika air laut sedang surut, pantai ini tidak terpisah dari daratan utama. Inilah pulau Drini dan di pulau tersebut terdapat sebuah menara untuk melihat samudera sepuasnya.
Belum habis juga, Sundak siap jadi target selanjutnya. Sekilas pantai ini mirip dengan Pantai Kukup. Garis pantainya kecil, di sisi kiri dan kanannya ada bukit yang mengapit. Pantai ini tergolong ramai. Banyak pedagang cinderamata, makanan kecil, dan seafood. Area parkirnya pun cukup luas, sehingga banyak rombongan siswa yang berdarmawisata ke sini.
Tidak jauh dari Sundak, di balik bukit sebelah kiri terdapatlah Pantai Indrayanti. Dari Sundak cukup berjalan kaki saja karena hanya beberapa ratus meter jaraknya. selain itu, jika hendak menggunakan kendaraan harus kembali ke jalan utama yang memutar cukup jauh.
Pantai Indrayanti sangat berbeda dengan pantai di sebelahnya. Pantai ini relatif lebih sepi. Dengan bentuk garis pantai yang panjang, sekilas sangat mirip dengan Pantai Sepanjang. Sebenarnya Indrayanti adalah nama restoran di sini. Nama pantai ini sebenarnya adalah Pulang Syawal. Namun, sebutan Indrayanti lebih dikenal masyarakat luas.
Selesai menyusuri pantai, pukul 15.00 WIB sudah menanti untuk disinggahi Sri Gethuk. Ini merupakan air terjun di Gunungkidul yang konon mirip dengan Green Canyon di Jawa Barat.
Mengarahkan kendaraan kembali ke Yogyakarta, kami mengambil jalur di bibir pantai karena lebih dekat menuju Kecamatan Playen. Cukup sulit mencari lokasi ini pada awalnya karena tidak ada rambu penunjuk arah. Satu-satunya cara adalah bertanya pada penduduk.
Akhirnya setelah tiba di Playen, terdapat rambu yang menunjukkan arah lokasi air terjun Sri Gethuk. Pada mulanya jalanan mulus beraspal, tapi kemudian hanya ada jalan rusak berbatu sepanjang 3 km. Di kiri dan kanan jalan hanya ada beberapa rumah, selebihnya perkebunan kayu putih yang mengering.
Suasana terasa gersang. Untunglah hari sudah beranjak sore, jadi tidak begitu terik. Pukul 16.30 WIB, pemandangan tiba-tiba berubah dari yang tadinya gersang menjadi hijau. Kebun kayu putih tak ada lagi, yang ada hanyalah sawah nan menyejukkan mata.
Turun dari pematang sawah, terdapat sebuah kali atau sungai nan jernih. Di tepi sungai ini telah menunggu rakit yang akan membawa pengunjung ke hulu, tempat Sri Gethuk berada. Saat menaiki rakit, pengunjung akan disuguhi pemandangan luar biasa.
Bukit-bukit menjulang. Tak berapa lama tibalah di air terjun Sri Gethuk. Pengunjung bisa mandi dan meloncat ke dalam sungai dari sebuah batu besar yang terdapat di samping air terjun. Sungguh sangat mengasyikkan.
Tapi ingat, pukul 18.00 WIB objek wisata Sri Gethuk sudah tutup. Saatnya pulang ke Yogyakarta. Sebelum tiba di kota, tak lupa singgah sebentar di Bukit Bintang menikmati suasana yogya dari ketinggian sambil menyeruput kopi panas. Ahh, nikmat!





SALAH


BENAR

Yogyakarta tak hanya terkenal dengan deretan pantainya yang cantik.


Yogyakarta tidak hanya terkenal dengan deretan pantainya yang cantik.

Serunya, wisatawan juga bisa jelajah pantai dan air terjun di Yogya dalam waktu sehari.


Serunya, wisatawan juga bisa menjelajah pantai dan air terjun di Yogya dalam waktu sehari.


Tapi, mungkin masih belum begitu banyak yang tahu kalau di Gunungkidul ada destinasi air terjun, yakni air terjun Sri Gethuk.


Tetapi, mungkin masih belum begitu banyak yang mengetahu kalau di Gunungkidul terdapat destinasi air terjun, yakni air terjun Sri Gethuk.

Menuju arah Wonosari dari Kota Yogyakarta, di kiri dan kanan jalan jalan dihiasi panorama bukit yang terbuat dari batu karang.


Menuju arah Wonosari dari Kota Yogyakarta, di kiri dan kanan jalan-jalan dihiasi panorama bukit yang terbuat dari batu karang.

Beberapa ratus meter sebelumnya, akan ada loket pembayaran tiket masuk kawasan wisata pantai-pantai Gunungkidul.


Beberapa ratus meter sebelumnya, terdapat loket pembayaran tiket masuk kawasan wisata pantai-pantai Gunungkidul.

Pantai ini punya keunikan berupa titik di mana air laut dan air tawar menyatu.


Pantai ini mempunyai keunikan berupa titik di mana air laut dan air tawar menyatu.

Sebelum tiba di kota, tak lupa singgah sebentar di Bukit Bintang menikmati suasana yogya dari ketinggian sambil menyeruput kopi panas. Ahh, nikmat!


Sebelum tiba di kota, tidak lupa singgah sebentar di Bukit Bintang menikmati suasana Yogya dari ketinggian sambil menyeruput kopi panas. Ahh, nikmat!

Sumber : Detik.com

Pengikut